Kewirausahaan Sosial di Indonesia

0 comments

Kewirausahaan
Mungkin, di telinga kita, masyarakat Indonesia, kata ‘kewirausahaan’ sudah tidak asing lagi didengar. Berbagai kontes bertemakan kewirausahaan, seminar kewirausahaan dan targetan pemerintah terkait kewirausahaan bertebaran di masyarakat. Secara definisi, kewirausahaan didefinisikan sebagai proses mengidentifikasi, mengembangkan, dan membawa visi ke dalam kehidupan. Visi tersebut bisa berupa ide inovatif, peluang, cara yang lebih baik dalam menjalankan sesuatu Hasil akhir dari proses tersebut adalah penciptaan usaha baru yang dibentuk pada kondisi risiko atau ketidakpastian.
Kewirausahaan memiliki arti yang berbeda-beda antar para ahli atau sumber acuan karena berbeda-beda titik berat dan penekanannya. Richard Cantillon (1775), misalnya, mendefinisikan kewirausahaan sebagai bekerja sendiri (self-employment). Seorang wirausahawan membeli barang saat ini pada harga tertentu dan menjualnya pada masa yang akan datang dengan harga tidak menentu Jadi definisi ini lebih menekankan pada bagaimana seseorang menghadapi risiko atau ketidakpastian

Kewirausahaan Sosial
Lalu, apa itu kewirausahaan sosial? sama atau berbeda dari kewirausahaan yang kita kenal secara umum? kewirausahaan sosial diartikan sebagai disipilin ilmu yang menggabungkan antara kecerdasan berbisnis, inovasi, dan tekad untuk maju ke depan. Kewirausahaan sosial merupakan sebuah konsep baru dalam dunia bisnis yang menitikberatkan pada pemberdayaan masyarakat untuk memecahkan berbagai permasalahan sosial, seperti kemisikinan, kerusakan lingkungan dan lain sebagainya.  Dua prinsip utama dalam kewirausahaan sosial adalah (1) ada inovasi sosial yang bisa mengubah sistem yang ada di masyarakat, serta (2) adanya individu yang bervisi dan kreatif.
Jadi, bisa dikatakan keterkaitan antara kewirausahaan dan kewirausahaan sosial adalah tujuan yang sama-sama menginkan terjadinya perubahan sosial masyarakat kearah yang lebih baik
Kewirsos di Indonesia
Di Indonesia sendiri, kewirausahaan sosial banyak digerakan oleh komunitas ataupun perkumpulan masyarakat yang bersama-sama membentuk unit usaha untuk memperbaiki kondisi sosial ataupun lingkungan sekitarnya. Sebagai contoh dilakukan Silverius Oscar Unggul dengan Koperasi Hutan Jaya Lestari yang telah mendapat pengakuan dari internasional karena kesuksesan mengelola koperasi tersebut.
Selain itu, perkembangan kewirsos di Indonesia memiliki kemajuan dari hari ke hari, terhitung sudah puluhan tokoh kewirausahaan sosial Indonesia yang telah berhasil mencatat namanya di kancah internasional serta yang lebih penting memberdayakan orang-orang sekitar.
Jadi, apakah anda siap untuk memulai ber-wirausaha sosial?

By : Puti Halimah

Sumber :
http://id.wikipedia.org/wiki/Kewirausahaan_sosial
http://id.wikipedia.org/wiki/Kewirausahaan
http://news.britishcouncil.or.id/2012/09/mengembangkan-kewirausahaan-sosial-di-indonesia/

Christien Ismuranty : Pencipta Kainara, Makanan Sehat Bagi Anak Berkebutuhan Khusus

0 comments


Cobaan memang bisa datang kapan saja dan dari arah yang tidak di duga-duga. Christien Ismuranty tidak pernah membayangkan bahwa disaat kariernya sedang dipuncak, justru sang anak Kay yang baru berusia dua tahun didiagnosa autism. Pada saat itu Christien merasa sangat terpukul, namun ia sadar tidak boleh terlaru larut dalam depresinya. Akhirnya ia memutuskan untuk berhenti dari pekerjaannya yang telah mapan dan fokus pada Kay yang disebutnya “my prince of hope”.
Christien mulai fokus untuk mempelajari sesuatu yang baru bagi dunianya, dunia autism.    Anak dengan austism sangat membutuhkan perhatian ekstra terutama dalam hal asupan makanan. Jika mengkonsumsi makanan yang salah maka akan semakin memperburuk keadaan anak tersebut. Gandum, tepung terigu, susu sapi, keju, yogurt, gula pasir, bahan pengawet, dan margarin adalah beberapa bahan makanan yang harus dihindari. Padahal seperti kita ketahui, bahan makanan tersebut rasanya sulit terpisahkan dari makanan yang biasa ditemui di pasaran.
            Mengkonsumsi makanan yang mengandung bahan-bahan tersebut akan membuat anak penyandang autisme menjadi hiperaktif, emosional, susah fokus, sesak nafas, diare, atau sulit tidur. Oleh karena itu, penyandang autism biasanya harus menjalani diet gluten (protein pada gandum) dan casein (protein pada susu sapi). Yang menjadi masalah adalah, makanan yang bebas gluten dan casein tidak mudah didapat, terkadang harus impor sehingga harganya mahal. Apalagi ditambah kecenderungan penyandang autism yang senang pilih-pilih makanan.
            Christien sebagai orangtua Kay mulai memikirkan bagaimana menyiapkan menu yang tidak hanya disukai anaknya, namun tentu juga dapat memenuhi kebutuhan gizinya. Akhirnya Christien turun ke dapur dan mulai bereksperimen dengan bahan-bahan makanan untuk menciptakan aneka makanan pokok maupun snack khusus untuk anak berkebutuhan khusus. Ia menggunakan tepung dan pati dari umbi-umbian seperti garut (arrowroot), ubi, singkong, ganyong, kimpul (talas-talasan), dan uwi.
             Snack yang dibuat Christien ternyata cukup berpengaruh positif terhadap tumbuh kembang Kay anaknya.  Setelah menyadari pentingnya menyediakan menu makanan yang bervariasi untuk special kids, pada tahun 2010 Christien memberanikan diri untuk mengembangkan bisnis toko makanan sehat untuk individu berkebutuhan khusus, yang diberinya nama Kainara.
            Christien tidak pernah menyesal saat ia keluar dari pekerjaannya dulu, ia justru merasa lebih bahagia saat ini dengan mendedikasikan hidupnya untuk Kay dan membantu orangtua para penyandang autisme yang lain. 

By ; Darastri Latifah

Kewirausahaan Sosial

0 comments

Pengertian Kewirausahaan 
Secara harfiah, kewirausahaan adalah kegiatan untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat dalam artian meningkatkan hidup yang lebih baik dan bermutu. Kewirausahaan sangat besar peranannya di dalam peningkatan ekonomi nasional. Untuk mewujudkan peningkatan ekonomi tersebut, maka diperlukan para wirausaha yang handal sehingga mampu memberi dorongan niat kepada masyarakat untuk berwirausaha. Kegiatan wirausaha pada umumnya yaitu membuka lapangan kerja sebanyak-banyaknya dan menumbuhkan niat berwirausaha. 

Pengertian Sosial
Sosial dapat diartikan secara kemasyarakatan. Sederhananya sosial adalah suatu hubungan yang diwujudkan melalui interaksi antar individu-individu, individu-kelompok, kelompok-kelompok. Dan sosial juga dapat dibentuk melalui tindakan yang berdasarkan norma dan nilai yang berlaku dan diterapkan di dalam masyarakat. Hubungan interaksi itu sendiri dapat berlangsung dengan baik jika aturan dan nilai yang ada dapat disesusaikan dengan baik. Dalam hal ini, manusia di kehidupan sehari-sehari tidak terlepas dari hubungan antara satu dengan yang lainnya dan akan selalu perlu untuk mencari individu atau kelompok lain untuk melakukan interaksi ataupun bertukar pikiran. Oleh karena itu, kunci semua kehidupan sosial adalah dengan melakukan interaksi. Karena pada dasarnya, untuk berperilaku sosial, dengan cara berinteraksi lah kita bisa mewujudkan pencapaian tujuan masing-masing dan menjalankan proses kehidupan. Tanpa adanya interaksi, kegiatan-kegiatan antar satu individu dengan yang lain tidak dapat berjalan dengan baik.       
Jadi, kewirausahaan sosial adalah suatu kegiatan yang berorientasi sosial non-profit yang menggabungkan antara kecerdasan berbisnis, inovasi, dan tekad untuk maju ke depan. Untuk mewujudkannya, diperlukan wirausahawan sosial yang aktif melihat peluang untuk membentuk sebuah model bisnis baru yang bermanfaat bagi pemberdayaan masyarakat sekitar. Tujuan utama yang ingin dicapai bukan profit semata, melainkan bagaimana penyampaian ide-ide sosial dapat memberikan dampak baik bagi masyarakat dan secara garis besar, dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi secara nasional. Ternyata, wirausaha sosial itu berbeda dengan wirausaha biasa. Wirausaha biasa hanya fokus terhadap keuntungan materi dan kepuasan pelanggan. Sementara wirausaha sosial tidak hanya fokus pada keuntungan semata, melainkan juga dapat memberdayakan masyarakat, meningkatkan kesejahteraan individu maupun kelompok, memberikan kebutuhan sesuai dengan keadaan di dalam masyarakat dengan cara memberikan ide-ide sosial lalu mengimplementasikannya secara berkelanjutan.       

By : Andityaputra Muhammad

Komunitas Pelangi Nusantara

0 comments

Komunitas Pelangi Nusantara
Bisnis, tidak hanya melulu soal laba. Melaui bisnis, kita juga dapat membantu sesama melalui kegiatan kewirausahaan social. Itulah yang dilakukan oleh Ibu Noor Suryati (42), seorang pebisnis yang bergerak di bidang garmen asal Singosari, Malang, Jawa Timur. Ibu Noor, begitu dia biasa disapa memberdayakan ratusan ibu-ibu  dan perempuan setempat untuk memproduksi berbagai produk seperti  tas, dompet, taplak meja, dan sarung bantal dari limbah kain bekas. Usaha bernuansa sosial yang mulai dirintis pada tahun 2008 dan dipatenkan pada tahun 2001 ini, dapat membantu memperbaiki perekonomian banyak keluarga di Singosari, Malang. Noor meruturkan bahwa meningkatkan taraf ekonomi bukan satu-ssatunya tujuan didirikannya komunitas ini. Melainkan juga memberdayakan para anggota komunitas karena pertemuan menjadi ajang berbagi pengetahuan para anggota. 
"Ini sama saja dengan mengalihkan perhatian pada masyarakat, yang semula mereka kurang kegiatan dan ujung-ujungnya memilih menikah muda sekarang mereka sudah mengerti dan terampil," ujar Noor Suryanti seperti yang diterbitkan oleh surat kabar Warta Kota (1/4).
Komunitas Pelangi Nusantara kini menampung sekitar 150 anggota, terdiri dari 15 kelompok, sudah menghasilkan Rp 10 juta per kelompok. Nilai itu semua diperoleh dari penjualan produk yang mereka buat, mulai harga Rp 10.000 sampai Rp 2,5 juta.
Berkat kegiatannya memberdayakan masyarakat setempat secara ekonomi dan sosial itu, maka Ketua Komunitas Pelangi Nusantara itu terpilih sebagai pemenang Community Enterpreneurs Challenge untuk kategori Pemula (start-up), yang diselenggarakan oleh Arthur Guinnes Fund dan British Council.

By : Anis Soraya

Sumber : pelanusa.blogspot.com
Gambar : www.nihdia.com

Goris Mustaqim : Pemuda Membangun Bangsa Dari Desa Dengan Kewirausahaan Sosial

1 comments

Indonesia merupakan negeri dengan segudang potensi  yang terus betah pada status negara berkembang. Pembangunan yang pesat hanya terjadi di kota-kota besar saj. Putra terbaik daerah berbondong-bondong bermigrasi ke Jakarta, hingga daerah asalnya menjadi tidak berkembang bahkan tertinggal. Kunci pemerataan inilah  dan partisipasi pembangunan pada era otonomi daerah adalah pembangunan daerah. Hanya dengan pembangunan daerahlah, bangsa ini akan maju, dengan sumber pertumbuhan ekonomi yang sesuai dengan potensi setempat.hal ini akan menarik putra-putri terbaik daerah untuk kembali kedaerah asalnya, yang akan menciptakan multiflyer effect.
Sudah lama pembangunan Indonesia kehilangan arah. Desa yang notabene menjadi asal dari berbagai faktor produksi,potensi, bahkan asal dari manusia Indonesia itu sendiri, diabaikan. Disisi lain, tantangan memajukan daerah harus menjadi tantangan pemimpin daerah atau pada generasi muda asli daerah untuk percaya diri menunjukkan prestasi  sekaligus mengabdi pada pembangunan bangsa ini. 
Goris Mustaqim
ASGAR MUDA tergerak untuk mewujudkan konsepsi diatas dalam tataran amal dilapangan dan menfokuskan upayanya dalam tiga bidang yaitu: (1) pendidikan, (2) kewirausahaan pemuda, (3) community development.  Dalam konteks ini , ASGAR MUDA ingin menunjukkan bahwa sebuah daerah  asal atau kampung halaman, tidak hanya menjadi tempat menghabiskan masa tua semata, tapi juga tempat berkarya dan membangun penghidupan tidak hanya bagi diri sendiri tapi juga bagi orang lain.
Di bidang pendidikan, ASGAR MUDA meyakini tidak akan ada kemajuan daerah tanpa generasi yang pintar serta berkarakter. Program pendidikan ini bukan merupakan pendidikan formal, melaikan pendidikan berbasis komunitas atau bimbingan belajar yang berpusat di Garut Learning Centre (GLC) dengan program Supercamp. Alasan yang mendasari adalah betapa banyaknya SDM di daerah yang gugur ditengah jalan karena keterbatasan ekonomi atau pola pikir orang tua yang tidak maju.
Mengapa kewirausahaan pemuda? ASGAR MUDA meyakini bahwa solusi dalam meningkatkan kesejahteraan masayarakat ini adalah melalui jalan kewirausahaan. ASGAR MUDA bertindak sebagai inkubator informal yang memfasilitasi pemuda yang ingin mengembangkan usahanya dengan berbagai pelayanan seperti akses pendanaan,pelatihan, dan sebagainya. 
Tak hanya itu, ASGAR MUDA juga membuat model-model community development melalui beberapa usaha sosial.contohnya melalui Baitul Mal Wal tanwil yang merupakan lembaga keuangan mikro yang berlandaskan sistem syariah.
Pembanguanan daerah tidak dapat dilakukan sendiri, sehingga semua yang dijalankan oleh ASGAR MUDA menggunakan prinsip kemitraan. Dibutuhkan kerjasama erat anatara semua elemen yang menginginkan hal ini terwujud.

By : Lina Lisnawati

Sumber : Mustaqim, Goris, dkk. 2013. Young Social Entrepreneur Indonesia. Dompet Duafa: Ciputat.

Gambar : thejakartapost.com