Nalacity : Pembangkit Semangat Mantan Penderita Kusta

0 comments

Yovita Salysa Aulia
Nalacity adalah wirausaha sosial/sociopreneurship yang memberdayakan ibu-ibu mantan penderita kusta/ OYPMK (Orang Yang Pernah Mengalami Kusta) di Sitanala untuk menghasilkan produk Muslimah Fashion berpayet/manik, dengan produk utama jilbab kreasi. Bisnis ini berawal dari proyek social (social project) ILDP (Indonesia Leadership Development Program) generasi pertama yang terdiri dari 5 mahasiswa Universitas Indonesia dari fakultas yang berbeda (Arriyadhul, Andreas, Yovita, Hafiza, Alfi) untuk memenuhi kewajiban dari Direktorat Kemahasiswaan Universitas Indonesia sebagai mahasiswa berprestasi UI pada tahun 2010. Hari jadi Nalacity yang pertama sebagai sociopreneurship jatuh pada tanggal 10 November 2012.
Kampung kusta Sitanala merupakan sebuah daerah di Tangerang yang memiliki rumah sakit khusus untuk para penderita kusta. Ketika pasien tersebut sudah dinyatakan sembuh, mereka memutuskan untuk tidak kembali ke tempat asal dan menetap di lingkungan sekitar rumah sakit dikarenakan merasa malu dengan dampak kusta yang menyebabkan kecacatan permanen pada tubuh mereka. Oleh karena banyaknya OYPMK di sana, Sitanala terkenal dengan sebutan Kampung Kusta.
Produk Nalacity terdiri dari beragam hijab bermanik sebagai produk utama, serta pakaian muslim dan pernak-pernik fashion. Semua produk Nalacity didesain dengan pola bermanik yang cantik dan khas yang membuat perempuan dari usia remaja sampai dewasa, tetap cocok mengenakannya.

Edited : Lina Lisnawati

Sumber : http://sea-dd.com/?p=945

Gamal Albinsaid : Dokter Muda yang Banggakan RI di Pentas Global

0 comments

(Kiri, Gamal Albinsaid)
Dunia kedokteran Indonesia sepertinya boleh berbangga hati, pasalnya salah satu dokter mudanya mengukir prestasi global dan diundang ke Istana Buckingham, Inggris atas usahanya yang menginspirasi anak muda Indonesia.
Gamal Albinsaid, dokter magang di Rumah Sakit Saiful Anwar Malang ini mendapatkan penghargaan HRH The Prince of Wales Young Sustainability Entrepreneurship First Winner 2014, pada Jumat 31 Januari 2014.
Gamal sebagai pencetus klinik asuransi premi sampah ini telah membawa nama baik Indonesia sampai ke Inggris. Program yang dijalankannya ini merupakan salah satu program milik Indonesia Medika. Anak dari pasangan Eliza Abdat dan Saleh Arofan Albinsaid ini merupakan CEO dan pendiri Indonesia Medika.
Penghargaan yang diselenggarakan Unilever dan Cambridge University ini merupakan kehormatan dari Pangeran Charles kepada entrepreneurship muda yang peduli di bidang sumberdaya berkelanjutan.
Program penghargaan internasional tersebut didesain untuk menginspirasi pemuda di seluruh dunia untuk menyelesaikan isu lingkungan, sosial dan kesehatan.
Penghargaan ini mengundang wirausaha yang berusia 30 tahun ke bawah untuk memberikan solusi yang menginspirasi, praktis dan jelas untuk membantu mewujudkan sustainability living.
"Saya ingin memberikan ucapan selamat hangat saya untuk Gamal Albinsaid atas inisiatifnya yang menakjubkan" kata Pangeran Charles dalam acara pemberian penghargaan seperti dikutip dari rilis yang diterima Liputan6.com, Senin (3/2/2014). 
Saat itu Pangeran Charles juga menambahkan "Ide ini menangani dua masalah pada saat yang bersamaan (menangani masalah sampah, untuk menyelesaikan masalah kesehatan)," katanya.
Dengan prestasinya tersebut, Gamal mendapatkan hadiah 50.000 euro atau sekitar Rp 800 juta sebagai dukungan finansial dan paket mentoring dari Universitas Cambridge yang dirancang secara individu. 
Gamal berhasil menyisihkan 511 wirausaha unggulan yang berasal dari 90 negara. "Dengan karunia ini, saya berharap bersama Indonesia Medika bisa melakukan lebih banyak kebaikan, menolong lebih banyak orang, karena saya yakin, dalam karunia yang besar, terdapat tanggung jawab besar," ucapnya.

By : Resti Fauziah

Sumber : http://health.liputan6.com/read/816718
Gambar : www.banggaindonesia.com

Agrisocio : Memberdayakan Petani membuat Indorempah Beverages

0 comments

Berawal dari Tim untuk mengikuti perlombaan yang berasal dari Institut Pertanian Bogor (IPB) yang beranggotakan Adhi Hardiansyah, Deanty Mulia Ramadhani, Dery Ermawan Masyudi, Muhamad Umar Said Muksini, dan Pararawendy Indarjo berhasil menjadi juara ke 2 dalam perlombaan Danone Young Social Entrepreneur. Danone Young Social Entrepreneur merupakan kompetisi bisnis sosial antar pelajar di Indonesia. Perlombaan yang sudah digelar sejak tahun 2003 ini menantang para mahasiswa untuk membuat tim yang beranggotakan 5 orang dari universitas yang sama dan membuat ide bisnis sosial untuk menyelesaikan masalah sosial di sekitar.  Mereka membuat social business project yang dinamakan Agrisocio. Agrisocio berupaya memberdayakan para petani untuk membuat “Indorempah Beverages” untuk meningkatkan pendapatan dan menyediakan minuman sehat untuk para konsumen.
Saat ini mereka sudah melakukan produksi dengan brand sendiri. Produk yang mereka produksi pun sudah bertambah ragamnya, selain mereka memproduksi Indo Rempah, kini mereka juga menjual Si Engkong, dan kue emot.


Berikut video mengenai Agrisocio



By : Nurul Fadhilah Rezeki

Sumber gambar :
http://www.dancommunity.com/files/large/067121914b3cdcff6a09f0a99484186a.jpg
http://www.agrisocio.com/wp-content/uploads/2014/05/IMG-20141103-WA0005.jpg

Daftar Rujukan :
http://www.dancommunity.com/dyse/view/19/agriosocio
http://www.dancommunity.com/danone-young-social-entrepeneur
http://www.agrisocio.com/

Dreamdelion : Hidupkan Mimpi Masyarakat Pinggir Kali

0 comments

Ada banyak cara untuk menjadi berguna. Alia Noor Anoviar memilih menyelesaikan masalah sosial masyarakat dengan memberdayakan kaum marginal yang terpinggirkan. Iya, inilah Dreamdelion Community Empowerment, komunitas bisnis sosial yang memberdayakan masyarakat di bidang ekonomi, pendidikan, dan kesehatan. Dreamdelion pertama bergerak di Bantaran Kali Manggarai, Jakarta Selatan, kawasan kumuh dengan masalah sosial yang kompleks. Berawal dari sekedar sanggar belajar pendidikan karakter sederhana, kini Dreamdelion telah berkembang di 3 kota, yaitu Jakarta, Yogyakarta, dan Ngawi. Tidak hanya mengembangkan bisnis sosial, Dreamdelion juga membentuk tiga program pengembangan komunitas, yaitu Dreamdelion Cerdas dengan sasaran utama anak-anak usia sekolah, Dreamdelion Sehat yang fokus pada kesehatan dan lingkungan, dan Dreamdelion Kreatif dengan sasaran utama peningkatan keahlian masyarakat.
Dreamdelion
Lewat Dreamdelion, ibu-ibu pengangguran di Bantaran Kali Manggarai diajak membuat produk kerajinan tangan dari barang-barang bekas. Aneka macam produk seperti bros, boneka flanel, boneka wisuda, gantungan kunci, aksesoris, dan berbagai macam jenis souvenir dipasarkan baik online maupun offline.
Masyarakat dibina dan diajarkan untuk mengembangkan ide bisnis, mengatur keuangan, dan memasarkan produk agar bisa mandiri dengan bisnis sendiri. Dreamdelion juga menginisiasi Manggarai Youth Action, program yang mendorong anak-anak lulusan SMP dan SMA di Kawasan Bantaran Kali Manggarai untuk jadi pengusaha.

Edited : Lina Lisnawati

Sumber : http://ziliun.com/id/articles/dreamdelion-hidupkan-mimpi-masyarakat-pinggir-kali

Kewirausahaan Sosial : Sebuah Tinjauan Analitis

0 comments

KEWIRAUSAHAAN SOSIAL: SEBUAH TINJAUAN ANALITIS
Oleh:
Tubagus Alan Satria Nugraha
Tenti Utami
Yunizar

PENDAHULUAN 
Kemiskinan,  polusi,  buta‐huruf,  atau  pemanasan global adalah sebagian dari permasalahan‐permasalahan  sosial  yang  dihadapi masyarakat dunia. Dalam perspektif ekonomi,  permasalahan‐permasalahan  tersebut sesungguhnya adalah bentuk dari kegagalan pasar (market failures). Intervensi pemerintah dalam perekonomian baik di negara berkembang ataupun di negara maju seringkali gagal  menyelesaikan  permasalahan‐permasalahan yang ada secara menyeluruh.
Fenomena  yang  terjadi adalah selalu muncul individu‐individu yang memiliki  inisiatif  untuk  menyelesaikan permasalahan‐permasalahan  di  sekitarnya, baik  secara  perorangan  atau  berkelompok, dimana motifnya bukanlah untuk mendapatkan profit namun terpenuhinya social utility. Untuk  dapat  menyelesaikan  suatu  permasalahan  tentunya  individu‐individu  tadi membutuhkan cara‐cara yang spesifik, salah satunya  adalah  dengan  menggunakan kegiatan usaha (business) sebagai alat untuk menciptakan nilai‐nilai (sosial) dalam rangka mencapai  tujuan‐tujuan  sosial  yang diharapkan.  Hal  inilah  yang  biasa  disebut dengan  istilah  kewirausahaan  sosial  (social entrepreneurship).
Kebanyakan masyarakat Indonesia dan juga para  pengambil  kebijakannya  cenderung melihat tujuan kewirausahaan sebatas pada economic  value  creation  dan  profit  maximization dengan titik berat kepentingan pada shareholders seperti cara pandang ekonomi neoklasik.  Padahal  kewirausahaan  juga mempunyai potensi social value creation jika titik  berat  kepentingan  dialihkan  kepada kepentingan  bersama  (masyarakat),  yaitu penyelesaian  permasalahan‐permasalahan sosial.


KONSEP KEWIRAUSAHAAN SOSIAL
Untuk  dapat  menjelaskan  pengertian  mendasar  dari  kewirausahaan  sosial  tentunya harus  dimulai  dengan  menjelaskan  pengertian  kewirausahaan  itu  sendiri.  Jiwa  dari kewirausahaan adalah konsep value creation. Hal ini pula yang menjadi ide dasar bagi Jean‐Baptiste Say ketika mencetuskan terminologi entrepreneur  pada  awal  abad  ke‐19. Salah satu  pengertian  wirausahawan  yang  sering  dijadikan  acuan  adalah  definisi  dari  Joseph Schumpeter  yang  mengatakan  bahwa wirausahawan  adalah  inovator,  seseorang yang  memperkenalkan  teknologi  kepada pasar,  meningkatkan  efisiensi  dan  produk‐tifitas,  atau  menciptakan  barang  atau  jasa baru. 
Dari  pengertian  diatas  kita  melangkah kepada  pengertian  kewirausahaan  sosial. kewirausahaan sosial adalah juga mengenai value creation untuk pemenuhan kebutuhan. Namun  secara  lebih  spesifik,  pemenuhan kebutuhan  yang  dimaksud  adalah  penyelesaian  permasalahan‐permasalahan  sosial (social  issues),  yaitu  suatu  permasalahan, kontroversi,  atau  keduanya,  yang  berkaitan dengan norma sosial, yang secara langsung atau  tidak  langsung  mempengaruhi  seseorang,  beberapa,  atau  semua  anggota  dari suatu masyarakat.

POTENSI  KEWIRAUSAHAAN  SOSIAL  DI INDONESIA
Dimana kegiatan‐kegiatan usaha, yang  menghidupkan  perekonomian,  dibangun  untuk  menyelesaikan  permasalahan‐permasalahan sosial yang menjadi kebutuhan bersama.  Tanpa  mengaitkannya  dengan  koperasi,  kewirausahaan  sosial  justru  dapat  menjadi alternatif  dalam  menyelesaikan  permasalahan‐permasalahan  sosial  di  Indonesia dengan  menggunakan  pendekatan  social enterprise, dimana tujuan perusahaan bukan untuk kepentingan pemegang saham tetapi untuk  kepentingan  masyarakat,  sehingga profit  yang  dihasilkan  digulirkan  kembali sebagai  modal  dalam  menyelesaikan  permasalahan‐permasalahan  sosial  yang  dihadapi masyarakat. 

KESIMPULAN 
  • Kewirausahaan sosial adalah mengenai value  creation  untuk  penyelesaian permasalahan‐permasalahan  sosial dengan  menggunakan  prinsip  kewirausahaan. 
  • Seorang  wirausahawan  sosial  akan secara  aktif  melakukan  tindakan  yang bersifat solutif terhadap permasalahan sosial  yang  ada.  Ciri  kewirausahaan sosial  adalah  usaha  yang  dilakukan bersifat  sustainable  dalam  pendanaan. Keberhasilan  wirausaha  sosial  diukur dari manfaat yang dirasakan oleh masyarakat. Di Indonesia kewirausahaan sosial dapat menjadi  solusi  dalam  menyelesaikan permasalahan‐permasalahan  sosial  di Indonesia dengan menggunakan pendekatan  perusahaan.  Potensi  lain  adalah peranannya  dalam  pembangunan  ekonomi karena mampu memberikan daya cipta nilai‐nilai sosial maupun ekonomi, yaitu:  menciptakan  kesempatan  kerja, melakukan  inovasi  dan  kreasi  baru terhadap produksi barang ataupun jasa yang  dibutuhkan  masyarakat,  menjadi modal  sosial,  dan  meningkatan  kesetaraan. 
  • Agar  potensi  kewirausahaan  sosial  dapat diwujudkan di Indonesia, diperlukan adanya dukungan dari pemerintah. Apa yang  dilakukan  pemerintah  Inggris dapat menjadi panduan yang baik, yaitu dimulai dengan memberikan pengakuan terhadap  wirausaha  sosial  dengan mendefinisikan  kemudian  menggolongkannya secara spesifik sebagai salah satu  sektor  usaha,  mempromosikannya,  lalu  mendukung  perkembangan dan pertumbuhannya melalui kebijakan yang efektif.

By : Danis Dea

Sumber : https://www.google.com/url?sa=t&rct=j&q=&esrc=s&source=web&cd=19&ved=0CEsQFjAIOAo&url=http%3A%2F%2Fmm.fe.unpad.ac.id%2Fwp-content%2Fuploads%2F2010%2F10%2FBuletin-Kewirausahaan-September-2010.pdf&ei=0BNsVLWcEYHKmwWxx4BY&usg=AFQjCNH4F6S6pTJRRidZ1UeeSqwjmu5R3Q&sig2=9TWnUPXWJ3LmNfswL-mTyA (Diakses Tanggal 19 Novemer 2014, pukul 10.55 wib)